triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

Selamat Datang, Semoga Bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label Ayo Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayo Belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2021

Arti Daring dan Luring dalam Pembelajaran, Mari Kenali Jenisnya.

   Daring merupakan bahasa Indonesia dari online. Daring merupakan akronim dari dalam jaringan. Secara umum, online atau daring menunjukkan keadaan terhubung. Istilah ini biasanya digunakan dalam hal teknologi komputer dan telekomunikasi.
   Daring juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan komputer yang dapat saling bertukar informasi karena sudah terhubung ke sebuah internet. Konsep ini telah diperluas dari makna komputasi dan telekomunikasi ke dalam bidang interaksi manusia dan percakapan.  Arti Daring menurut KBBI adalah terhubung melalui jejaring komputer, internet dan sebagainya. Kamu juga bisa mengenali lawan kata dari daring, yaitu luring yang berarti keadaan terputus, yang adalam bahasa Inggris dikenal dengan kata offline.

Arti Daring dan Luring

    Arti daring dan luring tentunya perlu kamu pahami. Apalagi, sekarang ini kedua istilah tersebut sangat sering dipakai dengan penerapan sistem pembelajaran secara online atau daring. Arti daring yang merupakan akronim dari dalam jaringan adalah terhubung melalui jejaring komputer, internet dan sebagainya. Sedangkan arti luring yang merupakan akronim dari luar jaringan adalah terputus dari jejaring komputer.

  Jadi, arti daring menunjukkan keadaan terhubung atau online, sedangkan luring menunjukkan keadaan terputus atau offline. Arti daring juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan komputer yang dapat saling bertukar informasi karena sudah terhubung ke sebuah internet.

  Dalam konteks pembelajaran, pembelajaran daring ialah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS), seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan sebagainya. Sedangkan sistem pembelajaran luring, merupakan sistem pembelajaran yang memerlukan tatap muka.

      Belajar secara daring tentu memiliki tantangannya sendiri. Berbeda dengan luring, kamu bukan hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai. Namun, proses pembelajaran yang efektif juga tak kalah penting.

    Tak hanya sebagai pembelajaran virtual, arti daring semakin meluas sebagai metode telekomunikasi yang memudahkan segala pertemuan. Mulai dari rapat kerja, rapat keluarga, wisuda, dan masih banyak lagi lainnya. Intinya, arti daring adalah bentuk telekomunikasi yang dilakukan dengan jaringan internet.

Jenis Komunikasi Daring Berdasarkan Media
  • Komunikasi Sinkron Video Call. Salah satu jenis komunikasi daring sinkron ialah video call. Seperti namanya, komunikasi jenis ini pun menggunakan cara video call untuk saling terhubung. Sehingga kamu akan tetap mengetahui keadaan lawan bicaramu melalui layar smartphone ataupun layar komputer.
  • Komunikasi Sinkron Call. Jenis komunikasi ini merupakan komunikasi yang bisa dilakukan dengan cara telepon. Jadi kamu bisa menelpon seseorang yang jauh dengan menggunakan fitur yang ada pada sebuah aplikasi.
  • Komunikasi Asinkron Video. Berbeda dengan jenis komunikasi sinkron video call, pada komunikasi asinkron video ini, kamu hanya bisa berbagi rekaman video kepada lawan bicara. Jadi bisa diartikan bahwa komunikasi asinkron video ini kamu tidak bisa secara langsung mengetahui keadaan lawan bicara kamu.
  • Komunikasi Asinkron Chat. Meskipun jenis komunikasi ini dilakukan dengan menggunakan komputer ataupun smartphone dan juga jaringan internet, akan tetapi sifatnya sama dengan komunikasi asinkron video. Kamu bisa berbagi pesan singkat menggunakan beberapa platform yang ada, akan tetapi komunikasi yang terjalin merupakan komunikasi tunda.
  • Komunikasi Formal. Jenis komunikasi ini biasa dilakukan pada acara formal ataupun acara resmi. Tujuan dari komunikasi formal sendiri ialah untuk menyampaikan pesan yang terkait dengan suatu kepentingan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk jenis komunikasi formal, diantaranya menggunakan surat perintah, video conference ataupun komunikasi saat dalam sebuah rapat.
  • Komunikasi Non Formal. Komunikasi ini bisa terjadi diluar acara resmi. Namun meskipun berada pada acara resmi, jenis komunikasi yang dilakukan ini bersifat pribadi atau hubungan dekat.
  • Komunikasi Informal. Komunikasi ini tentu saja kebalikan dari komunikasi formal. Jenis komunikasi ini memiliki tujuan untuk menjaga hubungan sosial. Selain itu, pesan atau obrolan yang akan disampaikan pun tidak terencana.
  • Komunikasi Kelompok. Seperti namanya, jenis komunikasi daring ini dilakukan secara berkelompok atau beregu. Jenis komunikasi ini biasa terjadi pada sebuah grup yang terbentuk dalam sebuah platform.
  • Komunikasi Jaringan Kerja. Jenis komunikasi ini memiliki sifat pribadi. Karena tentu saja jenis komunikasi ini berhubungan dengan keperluan pekerjaan. Selain itu, pada komunikasi jaringan kerja, biasanya sebuah perusahaan memiliki alat komunikasi sendiri seperti email atau pun platform khusus.

reposted by triwahyuss

Senin, 09 Juli 2012

PHP Books Collection

Programming PHP, 2nd Edition



Book Description

Programming PHP, 2nd Edition, is the authoritative guide to PHP 5 and is filled with the unique knowledge of the creator of PHP (Rasmus Lerdorf) and other PHP experts. When it comes to creating websites, the PHP scripting language is truly a red-hot property. In fact, PHP is currently used on more than 19 million websites, surpassing Microsoft’s ASP .NET technology in popularity. Programmers love its flexibility and speed; designers love its accessibility and convenience.

As the industry standard book on PHP, all of the essentials are covered in a clear and concise manner. Language syntax and programming techniques are coupled with numerous examples that illustrate both correct usage and common idioms. With style tips and practical programming advice, this book will help you become not just a PHP programmer, but a good PHP programmer. Programming PHP, Second Edition covers everything you need to know to create effective web applications with PHP. Contents include:

Detailed information on the basics of the PHP language, including data types, variables, operators, and flow control statements
Chapters outlining the basics of functions, strings, arrays, and objects
Coverage of common PHP web application techniques, such as form processing and validation, session tracking, and cookies
Material on interacting with relational databases, such as MySQL and Oracle, using the database-independent PEAR DB library and the new PDO Library
Chapters that show you how to generate dynamic images, create PDF files, and parse XML files with PHP
Advanced topics, such as creating secure scripts, error handling, performance tuning, and writing your own C language extensions to PHP
A handy quick reference to all the core functions in PHP and all the standard extensions that ship with PHP

Praise for the first edition:
“If you are just getting into the dynamic Web development world or you are considering migrating from another dynamic web product to PHP, Programming PHP is the book of choice to get you up, running, and productive in a short time.”
–Peter MacIntrye, eWeek

“I think this is a great book for programmers who want to start developing dynamic websites with PHP. It gives a detailed overview of PHP, lots of valuable tips, and a good sense of PHP’s strengths.”
–David Dooling, Slashdot.org
Book Details

Paperback: 540 pages
Publisher: O’Reilly Media; 2nd Edition (April 2006)
Language: English
ISBN-10: 0596006810
ISBN-13: 978-0596006815

File Size: 8.2 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/zq031kw4h6tz/Oreilly.Programming.PHP.2nd.Edition.Apr.2006.rar

Pro PHP Programming



Book Description

If you are a web programmer, you need to know modern PHP. This book presents with many new areas in which PHP plays a large role. If you want to write a mobile application using geo-location data, Pro PHP Programming will show you how. Additionally, if you need to make sure that you can write a multilingual indexing application using Sphinx, this book will help you avoid the pitfalls.

Of course, Pro PHP Programming gives a thorough survey of PHP post-5.3. You’ll begin by working through an informative survey and clear guide to object-oriented PHP. Then, you’ll be set for the core of the book on modern PHP applications. Now, you’ll be able to start with the chapter on PHP for mobile programming and move on to sampling social media applications. You’ll also be guided through new PHP programming language features like closures and namespaces.

Pro PHP Programming deals with filtering data from users and databases next, so you’ll be well prepared for relational and NoSQL databases. Of course, you can also learn about data retrieval from other sources, like OCR libraries or websites. Then the question of how to format and present data arises, and in Pro PHP Programming, you’ll find solutions via JSON, AJAX and XML.

What you’ll learn

PHP 5.3 object-oriented programming and new PHP features
Writing programs talking to SQL-based and NoSQL-based databases alike
Using modern PHP programmer’s tools
Writing social media applications
Investigating NoSQL datastores
Writing PHP programs for a cloud ecology

Who this book is for
This book is for intermediate and advanced PHP programmers, as well as programmers coming from other languages such as Python, Perl, C/C++. It can also be utilized by programmers with knowledge of a previous PHP version who want to return to PHP.

Table of Contents

Object Orientation
Exceptions and References
Mobile PHP
Social Media
Cutting Edge
Form Design and Management
Database Interaction I
Database Interaction II
Database Interaction III
Libraries
Security
Agile Development with Zend Studio for Eclipse, Bugzilla, Mylyn, and Subversion
Refactoring, Unit Testing, and Continuous Intergration
XML
JSON and AJAX
Conclusions
Regular Expressions

Book Details

Paperback: 440 pages
Publisher: Apress (August 2011)
Language: English
ISBN-10: 1430235608
ISBN-13: 978-1430235606

File Size: 21.0 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/7khr7r5in1sr/Apress.Pro.PHP.Programming.Aug.2011.rar

The PHP Playbook



Book Description

Working with a team of developers is a much different environment than solo development. Experienced developers understand the tools and tricks that go into team development enterprises, and they implement them on a daily basis. The PHP Playbook covers these tools and practices, providing insight into the process of developing PHP applications, teaching developers the skills they need to be successful in a team environment.

This book, written for beginners and old hands alike, is designed to approach the development of PHP applications in a new way. It focuses on the tips and tricks of development, not necessarily the particular code snippets that make up a software application. It is designed to be used as a reference guide, rather than as a novel or other technical book. It does not build on itself; each chapter stands alone, though taken together they form a complete understanding of modern development in the PHP economy.

Table of Contents
Chapter 1. Debugging PHP Projects
Chapter 2. Test-Driven Development
Chapter 3. Application Optimization
Chapter 4. Improving Performance
Chapter 5. Caching Techniques
Chapter 6. Harnessing Version Control
Chapter 7. Refactoring Strategies
Chapter 8. Worst Practices
Chapter 9. Becoming a Happy Developer
Book Details

Paperback: 150 pages
Publisher: Marco Tabini & Associates, Inc. (October 2011)
Language: English
ISBN-10: 0981034543
ISBN-13: 978-0981034546

File Size: 4.4 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/w9qp0up7zs92/php.architects.The.PHP.Playbook.Oct.2011.rar 

PHP Master: Write Cutting Edge Code



Book Description

PHP Master is tailor-made for the PHP developer who’s serious about taking their server-side applications to the next level and who wants to really keep ahead of the game by adhering to best practice, employing the most effective object-oriented programming techniques, wrapping projects in layers of security and ensuring their code is doing its job perfectly.

Create professional, dynamic applications according to an object-oriented programming blueprint
Learn advanced performance evaluation techniques for maximum site efficiency
Brush up on the best testing methods to refine your code and keep your applications watertight
Protect your site against attacks and vulnerabilities with the latest security systems
Plug in to some serious functionality with PHP’s APIs and libraries

About the Author
Davey Shafik is a full time PHP Developer with many year of experience in PHP and related technologies. An avid magazine writer and book author, Davey keeps his mind sharp by trying to tackle problems from a unique perspective.

Lorna Mitchell is a freelance web development consultant and developer based in Leeds, UK. Lorna is a lead on the Joind.In open source project, an organizer of the PHPNW conference, and a prolific blogger.

Matthew Turland has been working with PHP since 2002. He has been a technical editor for php|architect Magazine, spoken at multiple conferences, served as an instructor for php|architect training courses, and contributed to Zend Framework. He currently works for Synacor.
Book Details

Paperback: 400 pages
Publisher: SitePoint (October 2011)
Language: English
ISBN-10: 0987090879
ISBN-13: 978-0987090874

File Size: 16.4 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/76r34tvpzog7/Sitepoint.PHP.Master.Write.Cutting-Edge.Code.Oct.2011.rar

 Professional PHP Design Patterns



Book Description

This guide helps PHP developers take advantage of the stability and features of design patterns

Design patterns are the cornerstones of building solid, stable, flexible, and feature-rich Web applications. This guide enables PHP developers to take advantage of everything they offer.

If you are unfamiliar with design patterns, this book explains what you need to know. Both novice and veteran PHP developers will benefit from the alphabetical list of design patterns and code examples showing how to implement each pattern in PHP. Step-by-step instructions for a sample contact management system will help you understand real-world applications for the information.

Gets PHP developers who have not used design patterns up to speed on the technology
Shows programmers who are familiar with design patterns in other languages how to apply the techniques to PHP
Includes examples of ordinary code used in everyday development and how to modify it for one of the design patterns discussed
Provides an alphabetical list of common design patterns, with code examples showing how each can be implemented in PHP
Uses a case study of a contact management system to analyze and demonstrate the step-by-step process of applying design patterns

With its single focus on applying design patterns to PHP development, PHP Design Patterns helps both new and veteran PHP programmers improve their applications and their career prospects.

From the Back Cover
PHP is often considered to be the cornerstone for buildingflexible and feature-rich web applications. Because of its relatively simple initial learning curve, newer programmers can easily create applications in PHP from the ground up. As these applications scale, however, the maintenance can seem daunting. Luckily, the mature programming community has something to offer: Design Patterns. These repeatable solutions for common problems have been applied for years to other programming languages. This book aims to bridge the gap between the PHP and the older programming language by applying those tried and tested Design Patterns to native PHP applications.This book starts with an introduction to Design Patterns, describes their use and importance, and details where you’ve seen them already. It continues through a host of Design Patterns with code examples and explanations. Finally, an in-depth case study shows you how to plan your next application using Design Patterns, how to program those patterns in PHP, and how to revise and refactor an existing block of code using Design Patterns from the book. The author approaches the concepts in technical yet usable formats that are familiar to both programmers who are self-taught and those with more extensive formal education.

What you will learn from this book

What Design Patterns are and why they matter in PHP
Commonly established PHP Library usage of Design Patterns
Faster and more efficient object creation with Design Patterns like Builder, Façade, Prototype and Template
Decoupled architecture using Data Access Object and Proxy Design Patterns
Better code flow and control using the Delegate, Factory and Singleton Design Patterns
How to implement Visitor and Decorator Design Patterns to enhance objects without modifying their core
Comprehensive plug-in creation techniques using Observer Design Pattern
How to plan application architecture using Design Patterns
How to program a case study web site from start to finish with Design Pattern based coding
How to recognize architectural benefits from Design Patterns in an existing application
Methods to further strengthen code from case study analysis

Who this book is for
This book is for experienced PHP programmers who are looking to enhance the quality of their code architecture with Design Patterns.
Book Details

Paperback: 288 pages
Publisher: Wrox (August 2009)
Language: English
ISBN-10: 0470496703
ISBN-13: 978-0470496701

File Size: 7.0 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/etq1xpuekj2n/Wrox.Professional.PHP.Design.Patterns.Aug.2009.rar

 MongoDB and PHP



Book Description

What would happen if you optimized a data store for the operations application developers actually use? You’d arrive at MongoDB, the reliable document-oriented database. With this concise guide, you’ll learn how to build elegant database applications with MongoDB and PHP.

Written by the Chief Solutions Architect at 10gen—the company that develops and supports this open source database—this book takes you through MongoDB basics such as queries, read-write operations, and administration, and then dives into MapReduce, sharding, and other advanced topics. Get out of the relational database rut, and take advantage of a high-performing system optimized for operations and scale.

Learn step-by-step the tools you need to build PHP applications with MongoDB
Perform Create, Read, Update, and Delete (CRUD) operations, and learn how to perform queries to retrieve data
Administer your database, and access and manipulate data with the MongoDB Shell
Use functions to work with sets, arrays, and multiple documents to perform synchronous, asynchronous, and atomic operations
Discover PHP’s community tools and libraries, and why they’re valuable
Work with regular expressions, aggregation, MapReduce, replication, and sharding

Table of Contents
Chapter 1. Why Mongo?
Chapter 2. PHP, MongoDB, and You
Chapter 3. Advanced MongoDB
Chapter 4. PHP Libraries and Tools
Chapter 5. Conclusion
Book Details

Paperback: 78 pages
Publisher: O’Reilly Media (January 2012)
Language: English
ISBN-10: 1449314368
ISBN-13: 978-1449314361

File Size: 7.4 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/a0at797wkd7y/Oreilly.MongoDB.and.PHP.Jan.2012.rar

Integrating PHP with Windows



Book Description

Access and run Windows® web and database technologies with PHP

Take your PHP programming skills deep into Windows—and build PHP applications that run efficiently and effectively on an array of Windows technologies. Packed with hands-on exercises, this in-depth guide shows you how to use PHP to interact with Internet Information Services 7.5 (IIS), Microsoft® SQL Server® 2008, Microsoft Exchange Server 2010, and Active Directory®. You’ll quickly learn how to apply best practices for running PHP applications in a Windows environment.

Discover how to:

Use Microsoft SQL Server as the backend database for PHP applications
Set up full-text search on SQL Server to help users find data quickly
Improve PHP application performance with IIS caching techniques
Configure IIS to help secure your PHP applications against attacks
Manage users and groups in Active Directory with a PHP application
Create a PHP LDAP browser to search for and view Active Directory data
Program Exchange Server with PHP, using Exchange Web Services (EWS)

Table of Contents
Part I: Internet Information Services (IIS)
Chapter 1. Setting Up the Work Environment
Chapter 2. IIS Architecture
Chapter 3. Configuring IIS
Chapter 4. Configuring PHP
Chapter 5. Security
Chapter 6. Caching
Chapter 7. URL Rewrite
Chapter 8. Error Messages and Error Search

Part II: SQL Server
Chapter 9. Setting Up SQL Server
Chapter 10. Databases and Tables
Chapter 11. Working with SQL Server
Chapter 12. PHP and SQL Server
Chapter 13. Advanced Database Functions
Chapter 14. Users and Permissions

Part III: Active Directory
Chapter 15. Setting Up Active Directory
Chapter 16. LDAP Basics
Chapter 17. Searching in Active Directory
Chapter 18. Writing in Active Directory

Part IV: Exchange Server
Chapter 19. Setting Up Exchange Server
Chapter 20. Exchange Web Services
Chapter 21. Email and Exchange Web Services Basics
Chapter 22. Contacts and Search
Chapter 23. Calendar and Impersonation

Appendix. Example Scripts and Data
Appendix. About the Author
Book Details

Paperback: 664 pages
Publisher: Microsoft Press (October 2011)
Language: English
ISBN-10: 0735647917
ISBN-13: 978-0735647916

File Size: 21.8 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/nd5umlv1gh2q/Microsoft.Press.Integrating.PHP.with.Windows.Oct.2011.rar

 PHP Development in the Cloud



Book Description

Most developers gloss over when they hear “the cloud” as the term has been appropriated by marketing types and has very little true meaning anymore. In this book, Vito and Ivo strip bare the buzzwords and help PHP developers figure out what the cloud is actually about and how they can take advantage of what cloud computing has to offer. After reading this book, you will not only have a clear picture of what cloud computing is, but you’ll also be able to utilize the various cloud services that are out there.

Topics covered include:

Cloud Computing primer (characteristics and models)
Cloud Basics (prerequisites and programming)
Cloud Architecture (horizontal scalability, preventing bottlenecks, abstraction, multi-tenancy)
Working with Popular Cloud Infrastructures (Amazon, Rackspace, Azure)
Working with Popular Cloud Platforms (Google, Rackspace, and others)
Working with Popular Cloud Software and Services (OpenID, OAuth, Search, Payments, CRMs, Maps, Storage)

Table of Contents
Chapter 1. Introduction
Chapter 2. Cloud Computing Primer
Chapter 3. Cloud Basics
Chapter 4. Cloud Architecture
Chapter 5. Working with Popular Cloud Infrastructures
Chapter 6. Working with Popular Cloud Platforms
Chapter 7. Working with Popular Cloud Software and Services
Book Details

Paperback: 172 pages
Publisher: Marco Tabini & Associates, Inc. (March 2011)
Language: English
ISBN-10: 0981034527
ISBN-13: 978-0981034522

File Size: 13.6 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/v8zy0rheojnr/php.architects.PHP.Programming.in.the.Cloud.Mar.2011.rar

PHP 5 CMS Framework Development, 2nd Edition



Book Description

If you want an insight into the critical design issues and programming techniques required for a web oriented framework in PHP5, this book will be invaluable. Whether you want to build your own CMS style framework, want to understand how such frameworks are created, or simply want to review advanced PHP5 software development techniques, this book is for you.

As a former development team leader on the renowned Mambo open-source content management system, author Martin Brampton offers unique insight and practical guidance into the problem of building an architecture for a web oriented framework or content management system, using the latest versions of popular web scripting language PHP.

The scene-setting first chapter describes the evolution of PHP frameworks designed to support web sites by acting as content management systems. It reviews the critical and desirable features of such systems, followed by an overview of the technology and a review of the technical environment.
Following chapters look at particular topics, with:

A concise statement of the problem
Discussion of the important design issues and problems faced
Creation of the framework solution

At every point, there is an emphasis on effectiveness, efficiency and security – all vital attributes for sound web systems. By and large these are achieved through thoughtful design and careful implementation.

Early chapters look at the best ways to handle some fundamental issues such as the automatic loading of code modules and interfaces to database systems. Digging deeper into the problems that are driven by web requirements, following chapters go deeply into session handling, caches, and access control.

New for this edition is a chapter discussing the transformation of URLs to turn ugly query strings into readable strings that are believed to be more “search engine friendly” and are certainly more user friendly. This topic is then extended into a review of ways to handle “friendly” URLs without going through query strings, and how to build RESTful interfaces.

The final chapter discusses the key issues that affect a wide range of specific content handlers and explores a practical example in detail.

This book takes you through the creation of a working architecture for a PHP 5-based framework for web applications, stepping you through the design and major implementation issues, right through to explanations of working code examples

What you will learn from this book:

Effective coding techniques, illustrated through examples of key parts of sample solutions, along with detailed explanations.
Object architectures to fully exploit PHP 5 in advanced systems
A foundation for database processing to ease further development
Technical functions such as handling user sessions and the efficient creation and use of caches
How to support add-on applications to extend the main framework
Flexible and efficient ways to deal with supporting different world languages
Reviews and practical solutions for topics including XML handling, configuration management, editing, file system interfaces, mail, spam, timed operations and parameter objects
Transforming query string URLs to be more “friendly” both for people and search engines
Alternative ways to deal with presentation services, including discussion of MVC (model-view-controller)

Approach
The book includes extensive discussion of the design issues, and how to overcome them in the framework. Each chapter of the book focuses on a particular requirement of the framework. The book will not present the total code for a framework, which requires many thousands of lines. But it does show the parts that raise critical design or implementation issues. For these, detailed explanation is given, leaving the less problematic parts to the code download itself.

Who this book is written for
If you are a professional PHP developer who wants to know more about web oriented frameworks and content management systems, this book is for you. Whether you already use an in-house developed framework or are developing one, or if you are simply interested in the issues involved in this demanding area, you will find discussion ranging from design issues to detailed coding solutions in this book.

You are expected to have experience working with PHP 5 object-oriented programming. Examples in the book will run on any recent version of PHP 5, including 5.3.
Book Details

Paperback: 416 pages
Publisher: Packt Publishing; 2nd Edition (August 2010)
Language: English
ISBN-10: 1849511349
ISBN-13: 978-1849511346

File Size: 5.9 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/yvh4hwacei0l/Packtpub.PHP.5.CMS.Framework.Development.2nd.Edition.Aug.2010.rar

PHP in a Nutshell: A Desktop Quick Reference



Book Description

Now installed on more than 20 million Internet domains around the world, PHP is an undisputed leader in web programming languages. Database connectivity, powerful extensions, and rich object-orientation are all reasons for its popularity, but nearly everyone would agree that, above all, PHP is one of the easiest languages to learn and use for developing dynamic web applications. The ease of development and simplicity of PHP, combined with a large community and expansive repository of open source PHP libraries, make it a favorite of web designers and developers worldwide.

PHP in a Nutshell is a complete reference to the core of the language as well as the most popular PHP extensions. This book doesn’t try to compete with or replace the widely available online documentation. Instead, it is designed to provide depth and breadth that can’t be found elsewhere. PHP in a Nutshell provides the maximum information density on PHP, without all the fluff and extras that get in the way. The topic grouping, tips, and examples in this book complement the online guide and make this an essential reference for every PHP programmer. This book focuses on the functions commonly used by a majority of developers, so you can look up the information you need quickly. Topics include:

Object-oriented PHP
Networking
String manipulation
Working with files
Database interaction
XML
Multimedia creation
Mathematics

Whether you’re just getting started or have years of experience in PHP development, PHP in a Nutshell is a valuable addition to your desk library.

About the Author
Paul Hudson, an avid PHP programmer, is Deputy Editor of the popular European Linux journal Linux Format, and author of the publication’s PHP tutorial section. He is the author of Fedora 4 Unleashed and of the online book Practical PHP Programming available at http://www.hudzilla.org.
Book Details

Paperback: 384 pages
Publisher: O’Reilly Media (October 2005)
Language: English
ISBN-10: 0596100671
ISBN-13: 978-0596100674

File Size: 5.9 MiB
File Format: PDF | EPUB | PDF + EPUB

download : http://prefiles.com/q2z7mr20u0zm/Oreilly.PHP.in.a.Nutshell.Oct.2005.rar












Kamis, 30 Juni 2011

Cara Membaca kode dan simbol Ban Motor


Ban adalah salah satu komponen yang sangat penting, karena berhubungan langsung dengan aspal jalanan. Pada komponen itulah keselamatan, pengendalian, akselerasi, pengereman dan berapa luas area tapak ban yang menempel pada jalan akan memberikan keamanan pada pengendara.

Hal ini penting manakala kita akan mengganti ban kendaraan entah itu modifikasi atau karena ban aus, ini yang harus diperhatikan. Pada saat kita akan mengganti ban kendaraan, biasanya kita hanya mengatakan ukuran ban yang akan kita ganti atau beli, misal ukuran 2.75-17 atau 100/90-18. Karena parameter itu menunjukan ukuran lebar, tebal dan diameter, tetapi sesungguhnya masih banyak kode maupun symbol yang harus bikers ketahui agar mendapat ban yang sesuai dengan spesifikasi yang dinginkan serta mengetahui batasan-batasan yang aman untuk pemakaian.

Kita simak dari bagian yang paling umum dahulu untuk standar sebuah ban.


UKURAN BAN.
Ukuran ban biasanya menggunakan sistem metrik (metric system) atau sistem inci (inch system). Sebagai ilustrasi misal ban mempunyai kode: 100/90-18, dan 2.50-17
bagaimana membacanya?

Ban 100/90-18 ini menggunakan sistem metrik maksud angka pertama adalah ukuran lebar ban, angka kedua setelah garis miring (/) adalan rasio dalam persen antara lebar dan tinggi ban dan angka ketiga setelah tanda – adalah diameter pelek/velg. Jadi ukuran ban dengan kode 100/90-18 jika diterjemahkan adalah lebar ban 100 mm, tinggi ban 90% x 100= 90 mm dan diameter dalam ban atau ukuran velg/rim 18 inchi.

Ban 2.50-17 menggunakan sistem inci jadi ukuran ban adalah lebar 2.5 inchi jika diubah menjadi mm, 1 inch = 2.54 jadi lebar ban 63.4 mm, tinggi ban karena angka kedua setelah garis miring tidak ada dianggap rasionya 100% jadi tingginya 2.50 inchi dan diameter dalam ban 17 inchi atau ukuran pelek/rim 17 inchi.

UMUR PRODUKSI.
Disalah satu sisi ban biasanya tercetak kode empat angka yang menunjukan kapan ban diproduksi. Misalnya, 2108 angka tersebut dapat dibaca dua angka pertama menunjukan minggu, dua angka terakhir tahun pembuatan. Jadi kode di atas adalah ban diproduksi pada minggu ke-21 tahun 2008. Kode usia produksi perlu diperhatikan jadi dapat berapa lama ban tersimpan, yang dikuatirkan akan berpengaruh terhadap performa ban itu sendiri

KODE BAN DEPAN ATAU BELAKANG.
Untuk kode pemakaian ban depan atau ban belakang biasanya di tulis dengan huruf (alphabet) kode “F” front berarti ban tersebut untuk ban depan sedangkan “R” rear ban tersebut untuk ban belakang. Biasanya ada perbedaan bentuk kembangan/pattern ban depan dan belakang dikarenakan fungsinya yang berbeda untuk ban depan sebagai kemudi dan jika hujan harus bisa mengalirkan air makanya ban depan biasanya mempunyai alur air. Sedangkan ban belakang fungsi untuk menggerakan maka membutuhkan torsi yang besar sehingga traksi sangat dibutuhkan makanya ban belakang biasanya ukuran lebih besar dan tidak mempunyai alur air.
Tetapi kadang kita juga suka menjumpai ban belakang mempunyai alur air hanya beda ukuran lebih besar saja.

KODE KECEPATAN MAKSIMUM.
Kode kecepatan maksimun ditulis dengan kode huruf, yang menunjukan batas
maksimal sebuah ban dipacu terus selama 1 jam dengan membawa beban sesuai spesifikasi standar.
Tabel kecepatan maksimum (Km/jam)


Contoh kasus : ban skutik Honda Beat merek Federal kode 80/90-14 M/C 40P. Huruf P yang ada dibelakang angka (40P) itu yang menunjukan kecepatan maksimal. Sesuai table di atas P adalah menunjukan maksimun kecepatan 150 km/jam.

KODE COMPOUND YANG DIGUNAKAN.
Kode Compound ban ditulis dengan kode huruf, yang menunjukan ban itu
mempunyai kompon yang lunak sampai yang keras. Kode “S” soft menunjukan
compound lunak, “M” medium menunjukan compound sedang dan “H” hard berarti compound ban keras. Pemilihan kompon ban tergantung dari kebutuhan misal untuk road race biasanya menggunakan kompon soft dimana ban dengan kompon soft lebih empuk dan lengket menempel pada aspal tetapi karena sifatnya lunak maka ban akan cepat habis. Sedangkan medium biasanya dipakai untuk sehari hari.
Jika ban merek Batllax dengan kode BT 92 F Radial 120/70 R17 M/C 54H, kode M/C itulah yang menunjukan compound ban sedang.

ARAH ROTASI BAN.
Arah rotasi atau perputaran ban ditunjukan dengan tanda panah (Arrow), pemasangan ban harus sesuai dengan arah panah hal ini karena arah kembangan ban akan sempurna menempel pada aspal, atau mengalirkan air pada jalan basah serta
mendapatkan traksi yang baik. Jika pemasangan terbalik ban tidak akan menempel pada jalan dan traksinya kurang baik sehingga ban terasa lebih licin yang bisa membahayakan pengendara.

BEBAN MAKSIMUM BAN.
Indikasi beban maksimum yang dapat ditahan oleh ban dalam keadaan dingin
biasanya dicantumkan dalam diding ban. Ada yang tertulis langsung bebanya ada juga yang menggunakan indek angka.
Tertulis langsung misal tertulis Max. Load 212 kg (467 LBS) AT 280 KPa (41 Psi) Cold dapat dibaca: ban tersebut menahan beban maksimum 212 kg atau 467 lbs dengan tekanan angin maksimal 41 psi dalam keadaan dingin (kendaraan tidak dipakai)


Menggunakan Indek angka:
(73W) V280 angka 73 adalah angka indek yang mempunyai standar beban maksimal 365 kg.
dibawah ini table indeks beban maksimum (kg).

• 30= 106, 31=109, 32=112,33=115, 34=118, 35=121, 36=125, 37=128,
38=132,39=136
• 40=140, 41=145, 42=150, 43=155, 44=160, 45=165, 46=170, 47=175,
48=180, 49=185
• 50=190, 51=195, 52=200, 53=206, 54=212, 55= 218, 56=224,57=230,
58=236, 59=243



TIPE BAN.
Pada sisi dinding ban biasanya dicantumkan pula tipe dari ban tersebut misal TT = Tube Type atau TL = Tubeless. Ban tube type artinya ban tersebut ban yang menggunakan ban dalam, sedang tubeless atau radial sudah tidak memerlukan ban dalam lagi.

SIMBOL SEGI TIGA.
Simbol segi tiga disebut Thread Indication (TWI) atau indicator batas pemakaian.
Gambar segitiga pada sisi dinding ban merupakan batas akhir dari grip atau alur ban, jika alur ban sudah terkikis habis atau sdudah tipis karena pemakaian maka ban tersebut harus diganti karena sudah tidak aman lagi.

SIMBOL GARIS WARNA.
Simbol garis warna ini ada pada lapisan kembangan yang belum pernah dipakai untuk menandakan ban tersebut masih baru. Karena lapisan ban ini paling luar pada kembangan/pattern maka jika ban lama dipakai akan habis. Garis warna ada yang satu tetapi ada juga yang lebih dari satu warna, dan tiap pabrikan biasanya mempunyai warna berbeda missal putih, merah, kuning, biru dan hijau.

SIMBOL BALANCE.
Simbol balance biasanya berupa bulatan pada dinding ban, tanda bulat dengan warna berbeda-beda tiap pabrikan misal kuning, merah ataupun biru. Tanda balance ini harus diperhatikan saat pemasangan ban, karena itulan titik paling ringan dari tiap ban, di titik itu pula posisi pentil harus sejajar. Karena pentil ban merupakan titik berat dari ban.

STRUKTUR BAN.
Tidak semua pabrikan ban mencantumkan struktur ban, tetapi untuk pabrikan ban dengan kualitas baik biasanya mencantumkannya. Misal: Tread: 4 nylon, side wall: 2 nylon

- Tread adalah bagian tapak ban yang langsung bersinggungan dengan aspal, harus
kuat terhadap benturan, tusukan yang dapat merusak ban. memberikan daya lengket
ke aspal dan daya tahan ban karena gesekan. Jadi Tread ban tersebut terdiri 4 lapisan
nylon.
- Side wall adalah bagian dinding samping kiri dan kanan ban. Berfungsi sebagai
penopang ban.Jadi side wall ban tersebut terdiri 2 lapisan nylon.

(sumber British Tyre Manufacturers' Association)

Jumat, 17 Juni 2011

Masalah Yang biasa terjadi Pada Printer dan cara mengatasinya

latar belakang msalah
Kejadian ini sering saya alami malah kemungkinan yang mempunyai printer jenis inkjet pernah atau mungkin suatu saat akan mengalami juga. Ini sering dikenal dengan Clogged print head atau istilahnya head print mengering atau tersumbat.

masalah n solusi mengatasi masalah

Berikut saya akan sajikan beberapa tipe Clogged print head dan penyelesaiannya :

Tinta menyumbat di Printhead
Permasalahan utama dalam mengisi ulang tinta untuk HP, Canon dan Lexmark printer adalah pengeringan tinta. Jika sebuah cartridge HP dibiarkan kosong lebih dari 30 menit, tinta akan mengering dan menyumbat lubang-lubang kecil pada printhead. Ketika direfill, hasil print akan dipenuhi garis putus atau gangguan lainnya.

Jika anda tidak bisa langsung mengisi ulang cartridge anda, masukan dalam plastic kedap udara, kalau bisa tambahkan didalam plastic tersebut dengan secarik kain lembab hingga waktunya tinta diisi ulang.

Jika nozzle-nozzle tersumbat atau tertutup tinta yang mengering, anda harus menghilangkan tinta dan melarutkan kembali tinta mengering tersebut. Sebuah lubang nozzle hanya mempunyai diameter sekitar 45 microns, yang kurang lebih hanya setengah diameter rambut manusia.

Rendam dan siram/alirkan.
Menyiram dan menggenangi dengan cairan pembersih hangat/panas di printhead biasanya merupakan jalan terbaik untuk melancarkan penyumbatan-penyumbatan yang menyulitkan. Ada peralatan-peralatan untuk melakukan ini dengan harga yang relatif mahal, berkisar dari 2,5 juta rupiah hingga 200 juta rupiah. Cairan yang umum dipakai untuk merendam printhead adalah air destilasi atau alcohol ataupun larutan ammonia hingga cairan pembersih khusus untuk keperluan ini. Rendam printhead selama 10 menit hingga sehari penuh tergantung penyumbatan yang terjadi. Juga disebutkan anda dapat membersihkan printhead dengan sikat gigi elektrik dan cairan khusus selama sekitar 20 detik dengan hasil yang memuaskan. Ingat jika kita merendam, cukup printheadnya saja yang terendam, jangan semua bagian cartridge. Itu tidak perlu dan merusak. Juga, jangan memakai air biasa, karena air biasa mengandung mineral yang malah dapat menggangu kinerja cartridge bila terjadi pengendapan.

Membersihkan dengan uap air
Alat semprot uap tersedia di toko-toko obat atau alat kesehatan. Alat-alat ini sangatlah bagus untuk membersihkan nozzle dalam printhead karena uap-uap yang dilepaskan berasal dari lubang-lubang dengan ukuran yang mendekati ukuran nozzle dalam printhead. Uapi selama kurang lebih 30 detik hingga 5 menit, tergantung kadar pengendapan dan penyumbatan.

Hasil print tidak sempurna.
Jika setelah anda menempelkan printhead pada kertas tisu dan dapat melihat noktah-noktah tinta namun masih mengalami hasil print yang buruk, maka hal tersebut bisa karena alasan dibawah ini.
Didalam cartridge terdapat komponen resistor yang kemungkin besar telah terbakar karena overheating. Cartridge semacam ini sudah tidak bisa dipakai lagi. Buang saja dan beli baru. Kita tidak akan bisa mengisi ulangnya lagi dengan mengharapkan hasil yang tetap bagus. Untuk tipe cartridge yang menggunakan tekanan dalam mengalirkan tinta, mungkin terjadi kelebihan atau kekurangan tekanan di dalam cartridge. Hal ini bisa disebabkan lubang/celah yang tidak seharusnya terdapat pada badan cartridge, atau cara pengisian dilubang yang salah.

Untuk Printhead yang bisa terlepas
Jika printer anda memiliki printhead yang dapat dilepas, misalnya BC-21e, anda tinggal mengisi ruang kosong diatas printhead dengan air destilasi panas ( ingat jangan gunakan air biasa, karena air biasa terutama PAM dan airtanah mengandung banyak mineral yang bisa malah menambah sumbatan yang ada ) dan letakan diatas kain bersih kering untuk membiarkan tetesannya menyerap keluar printhead. Akhiri langkah-langkah ini dengan melakukan perintah head cleaning rutin dari maintenance program driver printernya beberapa kali.

Menghilangkan udara yang terperangkap didalam cartridge
Anda telah melakukan semua langkah-langkah diatas namun tetap hasil print tidak memuaskan, maka kemungkinan lain yang terjadi adalah terdapat udara yang terperangkap dalam printhead cartridge anda. Jika dalam proses pengisian ulang tinta anda menyuntikkan tinta terlalu cepat bisa terjadi busa atau gelembung tinta. Gelembung tersebut berisi udara yang juga menyebabkan penyumbatan ( gelembung udara memiliki kekuatan untuk menahan aliran tinta ). Solusinya simple saja yakni dengan mendiamkan cartridge seperlunya ( bisa berhari-hari ) dan permasalahan bisa menghilang dengan sendirinya karena udara dalam cartridge sudah stabil. Bila tidak bisa juga, berarti ada resistor yang terbakar.

Gunakan gaya sentrifugal untuk menghilangkan udara dalam cartridge.
Untuk beberapa jenis cartridge yang menggunakan sponge di dalamnya paling mungkin menyebabkan gelembung udara dibawah cartridge yang bisa menghalangi aliran tinta. Jenis printer yang terkenal sering menghadapi masalah ini adalah HP Canon dan Epson ( tipe lama ).

Dan ini solusinya. Bungkus cartridge dalam handuk atau kain bersih, masukan dalam kantung plastik untuk mencegah tinta memercik kemana-mana. Pegang dengan kuat cartridge yang sudah terbungkus rapi dengan printheadnya atau lubang keluar tinta menghadap ke bawah. Hentakan dengan keras kearah tanah seperti akan melemparnya ke lantai ( tentu saja jangan sampai terlepas ). Bantu juga dengan hentakan dari pergelangan tangan. Lakukan ini beberapa kali. Buka bungkus kain yang melilit dan perhatikan bercak tinta yang terlihat, apakah sudah sesuai dengan warna tinta di dalam cartridge ( biasanya untuk cartridge warna terdapat 3 bercak sesuai lubang head warnanya masing-masing ). Jika masih belum terdapat bercak yang sesuai, lakukan kembali prosedur ini.

Membersihkan sponge dalam cartridge.
Suntikkan 15 ml air destilasi/etanol dalam cartridge ( tentu saja cartridge dalam keadaan kosong ), kemudian sedot kembali secepatnya. Ethanol sendiri akan menguap dengan cepat jadi mungkin sedikit saja yang bisa disedot keluar. Isikan kembali tinta dalam cartridge. Kekurangan dalam langkah ini adalah sifat dasar alcohol yang bereaksi dengan plastic dan karet, jadi usahakan hanya menggunakan air destilasi hangat saja.

Cartridge yang “terbakar”
Banyak cartridge yang menggunakan printhead di dalam cartridgenya sendiri menggunakan resistor elektrik untuk mengontrol jalur tinta dalam masing-masing nozzle. Jika kita membiarkan resistor ini tetap bekerja meski cartridge sudah tidak terisi tinta, resistor yang sangat kecil ini akan terbakar yang mengakibatkan kualitas cetak yang parah, warna yang terdistorsir dan lain-lain.
Yang tidak banyak diketahui umum adalah tinta yang berada dalam printhead sesungguhnya menjadi komponen pendingin untuk mencegah resistor-resistor ini terbakar. Jika tinta sudah habis dan kita tetap melakukan printing, terjadilah overheating. Dan jika hal ini dibiarkan terus menerus akan membakar resistor tersebut. Setiap overheating ini terjadi, umur cartridge anda semakin pendek pula. Karena itu untuk memperpanjang umur cartridge anda, jangan memaksakan melakukan printing bila tinta diduga habis.
Solusinya bila cartridge terbakar terjadi adalah, tentu saja, membeli cartridge baru .

Warna yang tercampur.
Jika terdapat udara dalam nozzle, tinta didalam satu atau lebih nozzle dengan mengikuti hukum gaya kapiler akan tertarik masuk ke tempat dimana nozzlenya kosong dan mekontaminasi ruangan tersebut. Hasilnya, tinta yang berlainan warna akan mencemari ruangan tersebut dan ketika dilakukan printing, akan dihasilkan warna yang salah. Mengisi tinta dengan jumlah berlebihan juga bisa mengakibatkan hal ini. Jika sudah tercemar parah, hal yang bisa dilakukan hanyalah membersihkan sponge dalam cartridge tersebut, meski biasanya warna yang mencemari tetap sedikit tertinggal. Jika hanya terjadi sedikit pencemaran, bisa dilakukan dengan menyedot printhead warna yang tercampur sesegera mungkin. Atau cara yang cukup sederhana yakni membungkus printhead dengan kain bersih lembab semalaman dan diamkan. Setelah itu lakukan perintah head cleaning sesuai program dalam driver printer tersebut.
Untuk pencemaran yang sudah parah, setelah melepas sponge dalam cartridge dan mencucinya dengan akohol/etanol, jangan lupa mengeringkan dan membersihkan juga ruangan kosong tempat sponge tersebut sebelum meletakan kembali sponge-nya. Kalau perlu, cuci ruangan kosong tersebut dengan air destilasi hangat, atau bila diperlukan juga, diamkan terendam beberapa saat dengan posisi printhead menghadap bawah.

Tips for Refilling Color Cartridges
Biasakan mengisi tinta dengan suntikan secara sangat sangat perlahan sehingga tidak terjadi gelembung udara dalam cartridge. Gelembung udara akan menyulitkan setiap cartridge, terutama tri-color cartridge bisa menyebabkan tinta mengalir diantara nozzle-nozzlenya. Jika baru selesai diisi tinta, dan tidak terdapat genangan tinta pada printhead, biasakan untuk mendiamkan cartridge hingga 8 jam sebelum mulai menggunakannya.

Test tusuk gigi
Sebelum kita mengisiulang cartridge 3-color, sebaiknya kita menggunakan tiga tusuk gigi dan memasukkannya satu persatu kedalam setiap lubang pengisian untuk mengecek terlebih dahulu warna apa sebenarnya dalam ruang pengisian tersebut. Hal ini kadang disepelekan padahal jika sampai warna tercampur, untuk memperbaikinya kembali akan sangat menyita waktu dan kadang biaya juga.

Hasil print hitam kehijau-hijauan.
Beberapa printer menggunakan satu cartridge warna untuk menghasilkan hasil cetak warna hitam. Contoh jenis printer seperti ini adalah Lexmark 1000, HP 400/600 dan Canon 210/240/260. Ketika tiga warna ini bercampur seharusnya akan menghasilkan warna hitam. Ini yang disebut sebagai warna hitam komposit. Namun yang sering terjadi adalah hitam yang kehijau-hijauan. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan ketepatan warna dasar yang kita pakai sebagai tinta refill kita. Beberapa pabrikan tinta mempunyai formula khusus dimana akan dihasilkan warna hitam pekat apabila menggabungkan ketiga warna C/Y/M. Jika tidak terjadi, coba tambahkan 10% air destilasi kedalam tinta kuning ( yellow ). Langkah ini akan menghasilkan hitam yang lebih pekat, namun efek sampingnya akan menghasilkan warna yang agak lebih gelap ketika mencetak foto.

Jumat, 03 Juni 2011

Install Windows XP dengan Flashdisk

kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari
menjadikan notebook jenis ini sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping
harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.

Notebook mini ini kebanyakan tidak memiliki optical drive (CD atau DVD) seperti notebook kebanyakan,
akhirnya cara yang paling mudah adalah install menggunakan port USB, namun bagaimana caranya?.

berikut ini caranya :
Yang Harus Disiapkan:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat
bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB)

5. Do’a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah
F:, G:, H:, dan sebagainya.

2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke
optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja
dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.

3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya
ke sebuah folder, semisal C:\USB.

4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi,
kali ini kita ambil contoh C:\USB.

5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela
Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any
key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk
Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses
format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt
yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat) , maka di layar akan muncul
opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash
disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja
optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan
Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk
Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan
tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.

10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya
akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan
Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.

Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan
melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun
nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa
mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!

Membuat Recovery Windows 7 ( program ,Driver, OS) bootable

Sering kali kalau windows kita error karena banyak sebab, cara paling ampuh untuk mengatasi adalah dengan menginstall ulang windowsnya. Install ulang windows berarti kita harus install driver dan program yang kita akan pakai , belum lagi setting-settingnya windows agar jadi optimal , bila hal ini sering kita lakukan maka sangat melelahkan , dulu saya sering melakukan hal ini dan hampir seharian windows baru bisa digunakan sesuai keinginan. Windows 7 ternyata mempunyai sistem backup recovery yang bisa membuat bootingnya. Adapun caranya sebagai berikut:


Spoiler untuk 1.Cara membuat System Image:

Untuk membuat System Image ikuti langkah-langkah sebagai berikut:


Gambar 1


Gambar 2


Gambar 3


Gambar 4


Gambar 5

Saya mencoba membuat recovery Windows 7 ini , di simpan dalam HDD pada drive lain. jika Anda menyimpan di dalam diDVD, jika DVD yg pertama sudah penuh maka pada proses saving backup ini akan meminta suruh memasukan DVD selanjutnya sampai proses ini selesai. Jumlah DVD yg dibutuhkan dapat di hitung dari ukuran drive C yang terpakai ( OS+program+driver) + drive System Reserved yang terpakai.


Gambar 6

Jika ingin membuat System Repair Disc Klik Yes . Jika sebelumnya sudah mempunyai System Repair Disc klik No, karena system repair disc ini dapat dipakai lagi walupun system imagenya telah terupdate. System Repair Disc inilah yang nanti digunakan untuk booting,


Spoiler untuk 2. Cara membuat System Repair Disc:

Fungsi dari membuat System Repair Disc adalah untuk membuat booting komputer yang nantinya untuk load system image yang telah di buat. Langkah-Langkahnya sebagai berikut :

Bisa dimulai dari seperti Gambar 2 atau Gambar 6. Jika dari Gambar 2 klik Create a System Repair Disc. Kemudian akan muncul


Gambar 7

Masukan CD blank sebelum klik Create Disc. System Repair Disc gunakan aja CD blank karena ukurannya Cuma 142 Mb. Lanjutnya …


Gambar 8


Gambar 9


Spoiler untuk 3. Menggunakan recovery system Image (lewat booting):

jika kamu tidak dapat melakukan booting karena windows 7 rusak (terinstall), gunakan system repair disk yg telah kamu buat, jika tidak rusak maka tekan F8 ( kayak mau masuk safe mode) disana ada pilihan system repair disk.

tetapi disini yang mau saya terangkan bila kita menggunakn CD syetem repair Disk

Boot dari system repair Disk

Gambar 10

nanti akan keluar pesan Windows is loading files…


Gambar 11

setelah itu System Recovery Options akan tampil. Disini kamu disuruh memilih keyboard yang kamu gunakan


Gambar 12

System Recovery akan mencari windows yang terinstall dalam harddisk kamu


Gambar 13

Pilih restore computer menggunakan system image. jika Imaga anda di dalam DVD maka masukan image DVDnya


Gambar 14

jika system image Anda di simpan di dalam harddisk maka akan tampak seperti gambar 15 , ( system recovery akan menemukan sendiri).


Gambar 15


Gambar 16


Gambar 17


Gambar 18


Gambar 19

proses terakhir ini selesai kurang lebih 30 menit - 1 jam tergantung ukuran imagenya , saya telah membuat image system recovery dengan ukuran 32GB sekitar 45 menit dan setelah itu windows 7 siap dipakai tanpa menginstall program utama (sering dipakai) dan driver lagi.



Anda tidak butuh norton Ghost dan sejenisnya, menggunakan program bawaan windows 7 sudah cukup untuk melakukan recovery

Selamat mencoba

Kamis, 19 Mei 2011

Gaya Sentrifugal..... Fisika Mode On...

A. Gaya sentrifugal (lawan dari gaya sentripetal) merupakan efek semu yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar (sentrifugal berarti menjahui pusat putaran.

Latar belakang munculnya gagasan mengenai gaya sentrifugal

Ketika sebuah benda atau partikel melakukan gerak melingkar, pada benda atau partikel tersebut bekerja gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat lingkaran. Banyak sekali orang yang tergoda untuk menambahkan sebuah gaya yang arahnya menjahui pusat lingkaran, di mana peran gaya ini adalah mengimbangi gaya sentripetal. Besar gaya sentrifugal sama dengan besar gaya sentripetal, sedangkan arah gaya sentrifugal berlawanan dengan gaya sentripetal. Hal ini dimaksudkan agar benda yang melakukan gerak melingkar berada dalam keadaan setimbang. Gaya yang arahnya menjahui pusat tersebut dinamakan gaya sentrifugal.

Alasan mengenai tidak adanya gaya sentrifugal

Jika ada gaya sentrifugal yang bekerja pada benda yang melakukan gerak melingkar, maka hukum I Newton dilanggar. Menurut Hukum I Newton, jika terdapat gaya total pada suatu benda maka benda tersebut berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus. Ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar, pada benda tersebut bekerja gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat lingkaran. Apabila terdapat gaya sentrifugal yang arahnya menjahui pusat, maka akan terdapat gaya total yang menyebabkan benda bergerak sepanjang garis lurus. Kenyataan yang terjadi, benda tetap melakukan gerak melingkar. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa tidak ada gaya sentrifugal.

Ilmu Administrasi Publik

Administrasi Publik (Inggris:Public Administration) adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara.[1]
Lokus ilmu administrasi publik
lokus adalah tempat yang menggambarkan di mana ilmu tersebut berada. Dalam hal ini lokus dari ilmu administrasi publik adalah: kepentingan publik (public interest) dan urusan publik (public affair).[2]
focus ilmu administrasi publik
Fokus adalah apa yang menjadi pembahasan penting dalam memepelajari ilmu administrasi publik. yang menjadi fokus dari ilmu administrasi publik adalah teori organisasi dan ilmu manajemen.[2]


Dikotomi administrasi publik

Ilmu Administrasi Publik dan kaitannya dengan Studi Analisis Kebijakan bisa dijejak sejak tahun 1930-an. Doktrin klasiknya berawal dari dikotomi administrasi dengan politik. Jika ditelusuri, gagasan itu bersumber dari Essai Woodrow Wilson yang berjudul “Introduction To Study Administration” (1887). Dalam essai tersebut, Wilson sebenarnya ingin memfokuskan kajian Ilmu Politik ketimbang memaksimasi keyakinan politis yang berkembang pada saat itu. Wilson berargumen “It’s getting harder to run a constitution than to frameone”. Keinginan Wilson adalah memfokuskan tidak hanya masalah personal tapi juga masalah organisasional dan manajemen secara umum. Pandangan ini merupakan langkah maju ke depan guna melakukan investigasi terhadap kantor administrasi di negaranya, Amerika Serikat.

Kajian administrasi publik

  1. Kebijakan Publik
  2. Keuangan negara
  3. Administrasi Pembangunan
  4. Otonomi Daerah
  5. Hubungan Eksekutif dan Legislatif
  6. Etika Administrasi Publik
  7. Pelayanan Publik
  8. Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik
  9. Organisasi dan Manajemen Publik

Rujukan

  1. ^ ilmu administrasi negara, suatu bacaan pengantar, 1986. Jakarta: PT gramedia. Hal :3-12
  2. ^ a b Etika Administrasi Negara,1980. Rajawali, hal 121-122.
  • Henry, Nicholas (2004). Public Administration and Public Affairs. 9th Ed. Upper Sadle River. New Jersey: Pearson Prentice-Hall
  • Shafritz, Jay M. & Hyde, Albert C.(1992). Classics Of Public Administration. 3rd Ed. California: Brooks/Cole Publishing Company Pacific Grove.

Senin, 09 Mei 2011

Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah sebuah konsep etika yang dekat dengan administrasi publik pemerintahan (lembaga eksekutif pemerintah, lembaga legislatif parlemen dan lembaga yudikatif Kehakiman) yang mempunyai beberapa arti antara lain, hal ini sering digunakan secara sinonim dengan konsep-konsep seperti yang dapat dipertanggungjawabkan (responsibility),[1]yang dapat dipertanyakan (answerability), yang dapat dipersalahkan (blameworthiness) dan yang mempunyai ketidakbebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan harapan dapat menerangkannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan, hal ini sebenarnya telah menjadi pusat-pusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik, perusahaan nirlaba, yayasan dan perusahaan-perusahaan.
Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas dapat merupakan pengetahuan dan adanya pertanggungjawaban tehadap tiap tindakan, produk, keputusan dan kebijakan termasuk pula di dalamnya administrasi publik pemerintahan, dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau posisi kerja yang mencakup di dalam mempunyai suatu kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang sudah dihasilkan.
akuntabilitas merupakan istilah yang terkait dengan tata kelola pemerintahan sebenarnya agak terlalu luas untuk dapat didefinisikan. [2][3]akan tetapi hal ini sering dapat digambarkan sebagai hubungan antara yang menyangkut saat sekarang ataupun masa depan, antar individu, kelompok sebagai sebuah pertanggungjawaban kepentingan merupakan sebuah kewajiban untuk memberitahukan, menjelaskan terhadap tiap-tiap tindakan dan keputusannya agar dapat disetujui maupun ditolak atau dapat diberikan hukuman bilamana diketemukan adanya penyalahgunaan kewenangan. [4]

Akuntabilitas berasal dari bahasa Latin:accomptare (mempertanggungjawabkan) bentuk kata dasar computare (memperhitungkan) yang juga berasal dari kata putare (mengadakan perhitungan).[5] Sedangkan kata itu sendiri tidak pernah digunakan dalam bahasa Inggris secara sempit tetapi dikaitkan dengan berbagai istilah dan ungkapan seperti keterbukaan (openness), transparansi (transparency), aksesibilitas (accessibility), dan Berhubungan kembali dengan publik (reconnecting with the public) dengan penggunaannya mulai abad ke-13 Norman Inggris,[6][7]konsep memberikan pertanggungjawaban memiliki sejarah panjang dalam pencatatan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan dan sistem pertanggungjawaban uang yang pertama kali dikembangkan di Babylon,[8] Mesir,[9] Yunani,[10], Roma.[11] dan Israel[12]

Jenis akuntabilitas

Menurut Bruce Stone, O.P. Dwivedi, and Joseph G. Jabbra terdapat 8 jenis akuntabilitas umumnya berkaitan dengan moral, administratif, politik, manajerial, pasar, hukum dan peradilan, hubungan dengan konstituen dan profesional.[13]

Akuntabilitas Politik

Akuntabilitas politik adalah akuntabilitas administrasi publik dari lembaga eksekutif pemerintah, lembaga legislatif parlemen dan lembaga yudikatif Kehakiman kepada publik .
Dalam negara demokrasi, pemilu adalah mekanisme utama untuk mendisiplinkan pejabat publik akan tetapi hal ini saja tidak cukup dengan adanya pemisahan kekuasaan antara badan eksekutif, legislatif dan yudikatif memang dapat membantu untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan yang hanya berkaitan pada check and balances pengaturan kewenangan. Checks and balances hanya bekerja dengan menciptakan pengaturan konflik kepentingan antara eksekutif dan legislatif, namun segala keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik masih memerlukan persetujuan kedua lembaga, dengan cara ini, kedua lembaga yang merupakan lembaga hasil pemilu dalam pengambilan keputusan-keputusan dalam hal kebijakan publik akan lebih pada merupakan hubungannya dengan konstituen pada keuntungan pemilu yang akan datang dibandingkan bila merupakan kebijakan yang sesungguhnya dari bagian kebijakan administrasi publik.[14] biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan politik antara lain pemilu yang diperlukan dapat menjadikan anggota eksekutif dan legislatif atau para pejabat publik lainnya rentan terhadap praktik-praktik korupsi dalam pengambilan keputusan yang terdapat memungkinan akan lebih menuju kepada keuntungan kepentingan pribadi dengan cara mengorbankan kepentingan publik yang lebih luas. [15]

Akuntabilitas administrasi

Aturan dan norma internal serta beberapa komisi independen adalah mekanisme untuk menampung birokrasi dalam tanggung jawab administrasi pemerintah. Dalam kementerian atau pelayanan, pertama, perilaku dibatasi oleh aturan dan peraturan; kedua, pegawai negeri dalam hierarki bawahan bertanggung jawab kepada atasan. Dengan diikuti adanya unit pengawas independen guna memeriksa dan mempertanggung jawabkan, legitimasi komisi ini dibangun di atas kemerdekaan mereka agar dapat terhindar dari konflik kepentingan apapun. Selain dari pemeriksaan internal, terdapat pula beberapa unit pengawas yang bertugas untuk menerima keluhan dari masyarakat sebagai akuntabilitas kepada warga negara.

Referensi

  1. ^ Dykstra, Clarence A. (February 1939). "The Quest for Responsibility". American Political Science Review 33 (1): 1-25.
  2. ^ Mulgan, Richard (2000). "'Accountability': An Ever-Expanding Concept?". Public Administration 78 (3): 555-573.
  3. ^ Sinclair, Amanda (1995). "The Chameleon of Accountability: Forms and Discourses". Accounting, Organizations and Society 20 (2/3): 219-237.
  4. ^ Schedler, Andreas (1999). "Conceptualizing Accountability". di dalam Andreas Schedler, Larry Diamond, Marc F. Plattner. The Self-Restraining State: Power and Accountability in New Democracies. London: Lynne Rienner Publishers. hlm. 13–28. ISBN 1-55587-773-7.
  5. ^ Oxford English Dictionary 2nd Ed.
  6. ^ Dubnick, Melvin (1998). "Clarifying Accountability: An Ethical Theory Framework". di dalam Charles Sampford, Noel Preston and C. A. Bois. Public Sector Ethics: Finding And Implementing Values. Leichhardt, NSW, Australia: The Federation Press/Routledge. hlm. 68-8l.
  7. ^ Seidman, Gary I (Winter 2005). "The Origins of Accountability: Everything I Know About the Sovereign's Immunity, I Learned from King Henry III". St. Louis University Law Journal 49 (2): 393-480.
  8. ^ Urch, Edwin J. (July 1929). "The Law Code of Hammurabi". Americna Bar Association Journal 15 (7): 437-441.
  9. ^ Ezzamel, Mahmoud (December 1997). "Accounting, Control and Accountability: Preliminary Evidence from Ancient Egypt". Critical Perspectives on Accounting 8 (6): 563-601.
  10. ^ Roberts, Jennnifer T. (1982). Accountability in Athenian Government. Madison, WI: University of Wisconsin Press.
  11. ^ Plescia, Joseph (January 2001). "Judicial Accountability and Immunity in Roman Law". American Journal Of Legal History 45 (1): 51-70.
  12. ^ Walzer, Michael (1994). "The Legal Codes of Ancient Israel". di dalam Ian Shapiro. the Rule of Law. NY: New York University Press. hlm. 101-119.
  13. ^ Jabbra, Joseph G (1989). Public Service Accountability: A Comparative Perspective. Kumarian Press, Hartford, CTs. ISBN 0783775814, 978-0783775814.
  14. ^ Long, Samuel L (2009). The Handbook of political behavior, Vol. 5. Plenum Press. hlm. 229. ISBN 0306406055, 9780306406058.
  15. ^ World Bank (2000). Anticorruption in transition: a contribution to the policy debate. World Bank Publications. hlm. 40. ISBN 0821348027, 9780821348024.

Minggu, 24 April 2011

Kepemimpinan


Pengertian Kepemimpinan
Seperti manajemen kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda dan oleh orang yang berbeda pula. Berikut beberapa definisi kepemimpinan :



1. Menurut Ralf M. Stogdill
Kepemimpinan manajerial sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok. Ada tiga implikasi yang penting dari definisi ini yaitu:
• Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, bawahan atau pengikut.
• Kepemimpinan melibatkan distribusi yang tidak merata dari kekuasaan diantara pemimpin dan anggota kelompok.
• Selain secara sah dapat mengarahkan bawahan atau pengikut mereka, pemimpin juga dapat mempunyai pengaruh.

2. Menurut Stoner
Kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan – kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

3. Menurut Prof. Sukanto Reksohadiprojo
Kepemimpinan ialah proses memanfaatkan kekuasaan untuk mendapatkan pengaruh pribadi.

4. Menurut Dubin
Kepemimpinan adalah aktivitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

5. Menurut Humphill
Kepemimpinan adalah langkah pertama yang hasilnya berupa pola interaksi kelompok yang konsisten dan bertujuan menyelesaikan problem – problem yang saling berkaitan.

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemen, tetapi tidak sama dengan menejemen. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Usaha mempengaruhi ini merupakan proses merubah sikap dan perilaku seseorang sebagai hasil atau tuntutan (langsung ataupun tidak) seseorang atau sekelompok orang lain sehingga produktivitas dapat ditingkatkan.
Seringkali pengaruh didasarkan pada kekuasaan (power), tetapi menurut Scot and Mirchell pengaruh merupakan suatu transaksi social dimana seseorang atu sekelompok orang lain melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Jadi proses mempengaruhi tidak selalu berdasarkan kekuasaan, ada cara – cara atau metode lain mendapatkan pengaruh. Proses mempengaruhi meliputi tiga unsur yaitu:
• Orang yang mempengaruhi
• Metode mempengaruhi
• Orang yang dipengaruhi

Teori Kepemimpinan
Teori kepemimpinan ini sangat berkaitan dengan efektivitas suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan menjalankan fungsi – fungsi manajerialnya. Dewasa ini dikenal berbagai teori kepemimpinan yang akan dikemukakan beberapa teori sebagai berikut:

1. Teori Berdasarkan Ciri – Ciri
Salah satu teori kepemimpinan yang sudah lama dianut di kalangan pakar dan tokoh organisasi ialah teori kepemimpinan berdasarkan ciri – ciri yang seyogyanya dimiliki setiap orang yang menduduki jabatan kepemimpinan. Ciri –ciri tersebut antara lain:
• Pengetahuan yang luas.
• Kemampuan bertumbuh dan berkembang
• Sifat yang inkuisitif
• Kemampuan analitik
• Daya ingat yang kuat
• Kapasitas integrative
• Keterampilan berkomunikasi secara efektif
• Keterampilan mendidik
• Rasionalitas
• Obyektivitas
• Pragmatisme
• Kemampuan menentukan skala prioritas
• Kemampuan membedakan yang urgen dan yang penting
• Rasa tepat waktu
• Rasa kohensi yang tinggi
• Naluri relevansi
• Keteladanan
• Kesediaan menjadi pendengar yang baik
• Adaptabilitas
• Fleksibilitas
• Ketegasan
• Orientasi masa depan
• Sikap yang antisipatif




Ada dua sifat atau ciri utama yang perlu dimiliki oleh pemimpin menurut Chester I Barnard – The function of the executive
a. sifat – sifat pribadi yang meliputi : fisik, kecakapan (skill), teknologi, daya tanggap (perception), pengetahuan (knowledge), daya ingat (memory), imajinasi (imagination).
b. sifat – sifat pribadi yang mempunyai watak yang lebih subjektif, yaitu keunggulan seorang pemimpin di dalam :
keyakinan (determination)
ketekunan (persistence)
daya tahan (endurance)
keberanian (courage)

2. Teori Ketergantungan pada keadaan
Teori ini dikenal dengan nama teori Contingency. Inti pemikiran yang terkandung dalam teori ini ialah bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan menyesuaikan gaya kepemimpinan yang menjadi karakteristik utamanya dengan tuntutan pelaksanaan tugas yang harus terselenggara dalam organisasi.

3. Teori Jalan Tujuan
Setiap pemimpin menyadari bahwa salah satu alasan para bawahannya menggabungkan diri dengan organisasi ialah agar berbagai tujuan pribadinya tercapai, artinya dengan mengarahkan waktu, tenaga dan pengetahuan atau keterampilannya ia akan memperoleh imbalan tertentu yang memungkinkan untuk memuaskan kebutuhan – kebutuhannya. Menurut teori ini para bawahan tidak selalu mampu mengidentifikasikan berbagai kebutuhan secara tepat, karena itu setiap pemimpin harus mampu untuk menunjukkan jalan yang tepat untuk mengantisipasinya kepada bawahan.



4. Teori Keperilakuan
Ditinjau dari sudut ini, dua dimensi yang menonjol dalam persepsi seorang manager ialah :
• Prakarsanya dalam menentukan struktur tugas harus dilaksanakn para bawahannya.
• Tingkat perhatian yang diberikan kepada bawahannya dengan berbagai tujuan, harapan, cita – cita, keinginan, kepentingan, dan kebutuhannya.

5. Teori Situasional
Dalam teori ini, kepemimpinan bergantung pada situasi tugas (kompleksitas, jenis, teknologi) serta gaya norma kelompok, rentang kendali, ancaman, tekanan, dan budaya organisasi.
Kepemimpinan situasional

6. Teori Pimpinan – Partisipasi
Teori ini berkisar pada pandangan bahwa analisa terakhir efektivitas seorang manajer sangat tergantung pada tingkat kemampuannya untuk mengikutsertakan para bawahannya dalam seluruh proses manajemen, terutama dalam proses pengambilan keputusan.

7. Teori Penerimaan
Teori ini dikenal dengan istilah Acceptance Theory, yang intinya terletak pada pendapat yang mengatakan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tercermin dari pengakuan dan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan.

Tipologi Kepemimpinan
Banyak gaya yang dewasa ini digunakan untuk mengidentifikasikan tipe – tipe pemimpin. Salah satu tipologi yang umum dikenal ialah yang menyatakan bahwa para pejabat pimpinan pada dasarnya di kategorikan lima tipe, yaitu :

1.Tipe Otokratik
Dalam hal ini pengambilan keputusan seorang manajer yang otokratik akan bertindak sendiri dan memberitahukan kepada bawahannya bahwa ia telah mengambil keputusan tertentu dan para bawahannya itu hanya berperan sebagai pelaksana karena mereka tidak dilibatkan sama sekali dalam proses pengambilan keputusan. Dalam memelihara hubungan dengan para bawahannya, manajer yang otokratik biasanya menggunakan pendekatan formal berdasarkan kedudukan dan statusnya. Seorang pemimpin yang bergaya otokratik biasanya berorientasi pada kekuasaan, bukan berorientasi relasional. Dapat disimpulkan bahwa gaya otokratik buka yang didambakan oleh para bawahan dalam mengelola suatu organisasi karena unsur manusia sering diabaikan.

2. Tipe Paternalistik
Seorang pimpinan yang paternalistic dalam menjalankan organisasi menunjukkan kecenderungan – kecenderungan sebagai berikut:
Dalam hal pengambilan keputusan kecenderungannya ialah menggunakan cara mengambila keputusan sendiri, kemudianmenjual kepada para bawahannya tanpa melibatkan para bawahan dalam pengambilan keputusan.
Hubungan dengan bawahan lebih banyak bersifat bapak dan anak.
Dalam menjalankan fungsi – fungsi kepemimpinannya, pada umumnya bertindak atas dasar pemikiran keutuhan fisik para bawahannya sudah terpenuhi. Apabila sudah terpenuhi maka para bawahan akan mencurahkan perhatian pada pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Orientasi kepemimpinan dengan gaya paternalistic ditujukan pada dua hal, yaitu penyelesaian tugas dan terpeliharanya hubungan baik dengan para bawahannya sebagaimana seorang bapak akan selalu berusaha memelihara hubungan yang serasi denga anak –anaknya.



3. Tipe Kharismatik
Pemahaman yang lebih mendalam tentang kepemimpinan yang bersifat kharismatik menunjukkan bahwa sepanjang persepsi yang dimilikinya tentang keseimbangan antar pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan dengan para nawahan seorang pemimpin kharismatik nampaknya memberikan penekanan pada dua hal tersebut, artinya ia berusaha agar tugas – tugas terselenggara denga sebaik – baiknya dan sekaligus memberikan kesan bahwa pemeliharaan hubungan dengan para bawahan didasarkan pada relasional dan bukan orientasi kekuasaan.

4. Tipe Laissez Faire
Persepsi pimpinan yang laissez faire tentang pentingnya pemeliharaan keseimbangan antara orientasi pelaksanaan tugas dan orientasi pemeliharaan hubungan sering terlihat bahwa aksentuasi diberikan pada hubungan ketimbang pada penyelesaian tugas. Titik tolak pemikiran yang digunakan ialah bahwa jika dalam organisasi terdapat hubungan yang intim antara seorang pemimpin denga para bawahan, dengan sendirinya para bawahan itu akan terdorong kuat untuk menyelesaikan tugas – tugas yang diberikan kepadanya secara bertanggung jawab. Masalahnya terletak pada persepsi pimpinan yang didasarkan pada asumsi – asumsi tertentu yang tidak sesuai dengan sifat dasar manusia.


5. Tipe Demokratik
Pandangan yang dominan tentang tipe kepemimpinan yang demokratik yang dipandang paling ideal. Meskipun tidak ada jaminan bahwa organisasi akan berjalan mulus. Pada umumnya disadari bahwa ada biaya yang harus dipikul oleh organisasi dengan adanya kepemimpinan yang demokratik.
Cirri pemimpin yang demokratik dalam hal pengambilan keputusan tercermin pada tindakannya mengikutsertakan para bawahan dalam seluruh proses pengambilan keputusan. Pemeliharaan hubungan tipe demokratik biasanya memberikan penekanan kuat pada adanya hubungan yang serasi, dalam arti terpeliharanya keseimbangan antara hubunga yang formal dan informal. Seorang pemimpin yang demokratik cenderung memperlakukan para bawahannya sebagai rekan kerja, juga menjaga keseimbangan antara orientasi penyelesaian tugas dan orientasi hubungan yang bersifat relasional.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kepemimpinan
Faktor - faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan menurut James AF Stoner yaitu :
• Kepribadian, pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin
• Harapan dan perilaku para atasan
• Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan
• Kebutuhan tugas
• Iklim dan kebijaksanaan organisasi
• Harapan dan perilaku rekan

Bagaimana menjadi pemimpin yang efektif
• Memahami kepemimpinan yang efektif
• Memaksimalkan fleksibilitas dan pilihan
• Menghilangkan kesenjangan persepsi
• Memotivasi staf
• Bertanya secara efektif
• Mendengarkan secara aktif
• Membangun kreativitas
• Memperbaiki kinerja staf
• Membangun sebuah tim
• Bereaksi terhadap perubahan
• Memahami preferensi perubahan diri sendiri
• Menelaah dan merencanakan


DAFTAR PUSTAKA

Handoko, Hani T.1984. Manajemen, BPFE – Yogyakarta
Djatmiko, Yayat Hayati. 2004. Perilaku Organisasi, Alfabeta – Bandung
Wahjosumidjo. 1987. Kepemimpinan Dan Motivasi, Ghalia Indonesia – Jakarta
Eales, Ruper