triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

triwahyuss

=========================================

Selamat Datang, Semoga Bermanfaat

Kamis, 20 Mei 2021

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi


Dikutip dari Kompas.com, Selama pandemi Covid-19, terjadi perubahan gaya hidup pada anak-anak. Salah satunya karena kegiatan pembelajaran dilakukan secara online dari rumah. Penting bagi orangtua untuk memastikan anak tetap memiliki gaya hidup aktif. Sebab, itu adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan anak, baik fisik maupun mental. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anak di masa pandemi, antara lain:

1. Membatasi waktu layar 

Menetapkan screen time atau waktu layar penting untuk diperhatikan. Terlebih, saat ini anak melakukan pembelajaran secara online yang membuat mereka terpapar gadget lebih lama. Jangan jadikan gadget sebagai satu-satunya media hiburan dan sarana untuk anak menghabiskan waktu.

Sesekali, coba ajak anak untuk bermain permainan papan seperti ludo, kartu, dan lainnya. Hindari pula penggunaan gadget pada anak di bawah usia dua tahun karena berisiko menyebabkan penurunan keterampilan sosial dan perkembangan bahasa. Dampak negatif lainnya adalah penurunan keterampilan kognitif dan peningkatan amarah pada anak.

2. Gaya hidup aktif 

Gaya hidup kurang gerak dapat menyebabkan banyak penyakit. Ajari anak tentang pentingnya olahraga dan gaya hidup aktif demi kehidupan masa depan. Orangtua bisa mengajak anak melakukan olahraga yang menyenangkan, seperti bulu tangkis, bermain sepatu roda, sepak bola, basket, dan lainnya.

Selain penting untuk kebugaran, membiasakan aktivitas fisik juga dapat membantu membangun fisik dan meningkatkan kemampuan mental anak. Secara bersamaan, hal tersebut membantu mengembangkan keterampilan sosial serta koordinasi motorik halus.

 3. Tidur yang cukup 

Kualitas tidur yang cukup dapat membuat otak berfungsi lebih baik keesokan harinya. Idealnya, anak-anak tidur setidaknya delapan hingga 10 jam tidur, tergantung usianya. Waktu tidur yang cukup membuat tubuh dan otak anak dapat berfungsi dengan baik. Orangtua juga perlu menerapkan protokol sleep hygiene agar anak mendapatkan kualitas tidur lebih baik tanpa gangguan. Caranya, pastikan tidak ada suara keras dalam kamar tidur. Sebaliknya, ganti dengan musik lembut atau lagu pengantar tidur. Membaca cerita pengantar tidur juga bisa membantu. Selain itu, jangan bermain gadget sebelum tidur karena menghambat produksi hormon melatonin yang membantu menciptakan rasa kantuk.

4. Makan bergizi 

Pola makan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Anak-anak harus memiliki pola makan seimbang dan kaya nutrisi untuk perkembangannya. Sebisa mungkin, hindari menyertakan makanan tinggi gula, garam, lemak, pengawet, dan tepung olahan. Tingginya gula dalam makanan dapat menyebabkan hiperaktif dan sulit memusatkan perhatian.

5. Memanfaatkan energi secara tepat 

Anak-anak memiliki energi yang sangat besar, jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, hal itu dapat membawa efek negatif. Energi anak harus dimanfaatkan untuk kemajuannya. Permainan konstruktif, seperti permainan papan, harus dikenalkan pada anak sejak usia dini untuk merangsang pikirannya. Aktivitas yang menyertakan energi fisik, seperti naik tangga, berenang, berlari, dan lainnya harus diperkenalkan serta dijadikan bagian dari rutinitas sehari-hari.

source : https://lifestyle.kompas.com

reposted by triwahyuss

Cerita Islami dengan Hikmah Kejujuran yang Bisa Diteladani Anak


 
Kejujuran Abdul Qadir

Saat berusia 18 tahun, Syaikh Abdul Qadir meminta izin kepada ibunya merantau ke Bagdad untuk menuntut ilmu. Ibunya tidak menghalangi cita-cita mulia Abdul Qadir meskipun dia khawatir melepaskan anaknya sendirian menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer.

Sebelum pergi, ibunya berpesan kepada Abdul Qadir agar berkata jujur dalam keadaan apa pun. Lalu, ibunya membekali uang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Qadir. Setelah itu, ibunya melepas Abdul Qadir pergi bersama kafilah dagang yang kebetulan hendak menuju Kota Bagdad.

Namun, dalam perjalanan, mereka dihadang dan diserang oleh 60 orang penyamun. Semua barang dagangan kafilah dirampas. Para penyamun itu sama sekali tidak mengusik Abdul Qadir karena mereka menyangka dia tidak mempunyai apa pun, kecuali pakaian yang melekat di tubuhnya.

Salah seorang penyamun bertanya pada Abdul Qadir, "Hai Anak Muda! Apa yang ada pada dirimu?"

Abdul Qadir menjawab dengan sejujurnya bahwa ia memiliki uang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu heran dan tidak memercayainya. Akhirnya, dia melaporkan kepada pemimpinnya. Lalu, pakaian Abdul Qadir dipotong dan dirobek isinya. Para penyamun terkejut. Mereka mendapati 40 dirham sebagaimana dikatakan Abdul Qadir.

Pemimpin penyamun itu pun langsung bertanya pada Abdul Qadir, "Kenapa engkau berkata jujur, padahal engkau mengetahui bahwa 40 dirham uangmu itu akan kami rampas?"

"Aku telah berjanji kepada ibuku bahwa aku tidak akan pernah berkata bohong walau apapun yang terjadi. Karena dengan berbohong, orang tidak akan lagi memercayaiku. Padahal, kepergianku ke Bagdad untuk mencari ilmu kepada orang awam. Aku ingin orang-orang selalu memercayaiku."

Ketika mendengar Abdul Qadir mengatakan alasan kejujurannya, pemimpin penyamun tersadar. Dia pun menangis, menginsafi kesalahannya. Dia bersumpah tidak akan merampok lagi. Penyamun itu bertobat di hadapan Abdul Qadir, yang diikuti oleh para pengikutnya.

Hikmah cerita tentang kejujuran bagi anak

Cerita Islami Abdul Qadir mengajarkan tentang hikmah bersikap jujur. Meski terkesan hal yang biasa, namun kejujuran sangat penting dibiasakan dan diperkenalkan pada anak sejak dini lho, Bunda. 

Dikutip dari Psychology Today, kejujuran dilihat anak lebih banyak dari lingkungan sekitar, terutama dari orang tua. Sikap yang ditunjukkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari, berpengaruh besar terhadap perkembangan sikap ini.

Menurut psikolog dari Rutgers University, Vanessa LoBue, PhD, membacakan cerita tentang kejujuran juga membawa pengaruh positif. Terutama jika karakter dalam cerita tersebut berani mengatakan kebenaran.

Cara-cara membiasakan sikap jujur bisa diterapkan orang tua dalam beberapa langkah. Pertama, jangan lupa memberikan apresiasi jika anak berani berkata jujur, meskipun ia mungkin melanggar aturan. Ini akan membuat anak mereka lebih baik dipuji karena jujur daripada dihukum karena berbohong dan pelanggarannya.

"Kedua, bicarakan dengan anak tentang nilai pentingnya mengatakan kebenaran. Bacakan cerita yang menyoroti manfaat positif dari mengatakan kebenaran alih-alih konsekuensi negatif dari berbohong," pesan LoBue.

source : https://www.haibunda.com
reposted by triwahyuss